Mengenal Sejarah dan Simbol dari Kardus Box Indonesia
Tahukah Anda bahwa ada sejarah di balik sebuah kardus? Ya, ternyata karton box atau yang sering disebut dengan kardus box Indonesia ini memiliki sejarah panjang yang sangat perlu untuk Anda ketahui dan pahami. Untuk itu, berikut ini akan dijabarkan dengan jelas perihal sejarah dari kardus.
Sejarah Karton Box atau Kardus Box Indonesia
Asal mula dari karton box ini sendiri dimulai pada tahun 1874. Dimana ada salah satu orang berkebangsaan Amerika yang memiliki kemampuan dalam menambahkan kertas liner pada bagian karton bergelombang. Hal ini pada akhirnya membuat karton bergelombang sering disebut dengan single face.
Penemuan ini kemudian di patenkan oleh orang Amerika yang bernama Oliver Long. Pada tahun yang sama, G. Smith pun akhirnya berhasil membuat temuan dari si Oliver Long ini menjadi lebih sempurna lagi. Penyempurnaan yang dilakukan oleh G. Smith ini adalah dengan menambahkan 2 lapisan liner pada permukaan atas maupun bawah dari kertas bergelombang yang diberi nama dengan corrugated board atau yang sering disebut dengan karton bergelombang.
Di tahun 1881, dibuatlah sebuah mesin yang mana bisa membuat single face dengan lebih cepat. Mesin ini sendiri dibuat oleh pengusaha asal Amerika yakni Thompson dan Norris. Industrialisasi yang terjadi di bidang karon bergelombang ini kemudian semakin meluas ke daerah Eropa.
Pada tahun 1883, Inggris pun mulai membuka pabrik karton box di pusat kota London. Kemudian, di tahun 1888 diikuti oleh Jerman yang membuka industri kardus ini di Exideuil – sur – Vienne. Sementara itu, pada tahun 1895, industri karton bergelombang ini kemudian dikembangkan lagi oleh Jefferson T. Ferres hingga pada akhirnya merambah pada dunia bisnis yang mana perusahaannya bernama Sefton Manufacturing Co.
Kotak karton bergelombang sendiri mulai dikembangkan oleh Robert Gair yang juga datang ke Amerika pada usianya yang ke 14 tahun. Pada saat itu, Robert Gair ini sedang bekerja sebagai tukang ledeng di New Jersey.
Penemuan dan pengembanga ini dimulai karena ketidak berhasilan mesin cetak milik Robert Gair dalam mencetak sebuah kotak yang berasal dari biji-bijian. Kemudian, Robert Gair pun akhirnya menemukan cara creasing dan cutting ini. Robert Gair menemukan bahwa penyetelan yang dilakukan terlalu tinggi pada penggaris cetak mampu memotong kertas, sehingga hal ini pun bisa dimanfaatkan dalam proses creasing dan cutting.
Di tahun 1879, tepatnya pada tanggal 10 April, Robert Gair ini mengajukan hak patennya atas penemuan teknik creasing dan cutting tersebut. Dalam hak paten tersebut dijelaskan terkait pisau potong yang digunakan pada pembuatan kardus box Indonesia serta creasing rulenya. Tidak hanya itu, Robert Gair juga membuat sketsa mengenai karton dalam proses potong serta creasingnya, sehingga karton bisa dibentuk dan ditekuk dengan mudah untuk membentuk sabuah kotak.
Jenis Kertas Pada Karton Box
Kotak box yang akan dibuat nantinya tentu memiliki pilihan jenis kertas yang cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari para konsumen. Terdapat beberapa jenis kertas yang sangat umum digunakan dalam pembuatan kotak box, yakni white kraft dan kraft yang berwarna coklat.
- Kertasa Kraft Liner
Kertas jenis kraft biasanya diguanakan sebagai bagian terluar dari kardus. Bahan karton jenis kraft ini sendiri memiliki kekuatan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bahan medium. Hal ini tentunya disebabkan karena bahan kertas jenis kraft ini dibuat dari bahan dasar kayu berjenis pinus yang mana memiliki serat memanjang dan kemudian diolah menjadi bubur kertas atau yang sering disebut dengan pulp.
Kertas jenis kraft ini memiliki spesifikasi karton box seminimalnya adalah sebesar 80 persen dari serat kayu perawan dan sisanya menggunakan kertas daur ulang. Kekuatan dari kertas kraft ini bisa Anda gunakan untuk mengukur tingkat kemungkinan terjadinya jebol atau yang sering disebut dengan burstng strength.
Kertas jenis ini tentunya memiliki kadar air dan kelembapan yang cukup kecil jika dibandingkan dengan kertas jenis medium. Berat kertasnya sendiri digunakan sebagai parameter penghitungan kekuatan dari daya tumpuk serta berat barang yang akan dikemas di dalam box tersebut.
Berat kertas ini sendiri diukur dengan cara kertas dipotong berukuran 1 m x 1 m, kemudian kertas ditimbang dalam satuan gram / m2. Kertas kraft sendiri dibedakan dengan jenis gramatur yang lengkap. Di Indonesia sendiri, kertas kraft liner ini tersedia hanya berkisar antara 110 gsm hingga 300 gsm saja.
- Kertas Test Liner
Kertas yang juga sering dikenal sebagai recycled paperboard ini memiliki warna abu-abu terang yang mana terbuat dari bahan limbah kertas dan memiliki bursting strength pada bagian bawah kertasnya. Hal ini dikarenakan kertas test liner memiliki bahan yang lebih dominan dari kertas daur ulang. Akan tetapi, pada kenyataannya beberapa konsumen tidak memperdulikan hal itu karena kertas jenis ini bisa digunakan sebagai salah satu cara membuat box kecil dari karton yang memiliki harga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kertas kraft.
Makna Simbol Pada Kemasan Kardus
Di dalam dunia kemasan tentunya terdapat berbagai macam simbol yang biasanya digunakan. Simbol ini memiliki makna dan arti yang berbeda-beda, sesuai dengan gambarnya. Ada beberapa simbol dalam penggunaan kardus box Indonesia yang sering kali ditemukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
- Fragile atau Simbol Barang Pecah Belah
Simbol ini biasanya digunakan untuk memberikan petunjuk bahwa barang yang ada di dalam kemasan termasuk kategori barang yang rapuh dan mudah pecah. Maksud dari simbol ini adalah agar si pembawa barang lebih berhati-hati lagi dalam membawa kemasan ini karena barang di dalamnya mucah pecah.
- Keep Dry atau Simpan di Tempat Sejuk
Simbol payung ini memiliki makna agar barang yang ada di dalam kemasan bisa disimpan dalam tempat yang kering atau tempat yang sejuk. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dari barang tersebut.
- Handle With Care atau Tangani dengan Hati-Hati
Simbol ini memiliki makna agar barang yang ada di dalam kemasan ditangani dengan hati-hati. Hal ini betujuan agar barang tidak jatuh dan rusak. Simbol ini juga biasanya digunakan pada barang yang mudah sekali pecah.
- Top
Simbol top memiliki makna untuk menentukan posisi atas maupun bawah dari sebuah kemasan kardus box Indonesia. Sehingga, sewaktu menumpuknya pun tidak akan menyebabkan barang diletakkan dalam posisi terbalik.
- Do Not Step On It atau Jangan Diinjak
Simbol ini memiliki makna bahwa kemasan jangan sampai diinjak. Tujuannya adalah agar tidak merusak barang yang ada di dalam karton box atau kardus tersebut.
Inilah sejarah panjang dari pabrik karton box beserta dengan macam-macam simbol yang ada pada kemasan kardus yang perlu untuk Anda ketahui. Semoga penjelasan panjang diatas bisa menambah pengetahuan Anda seputar kardus, ya.

